Thursday, October 17, 2013

Coban Trisula

Akhir pekan, rasanya terlalu sia-sia kalo cuma dilewatkan dikosan saja. Kemudian saya mengajak teman-teman saya untuk jalan-jalan. Awalnya, saya mengajak mereka ke Ranu Regulo, sebuah danau di sebelah Ranu Pane. Tapi, di tengah perjalanan, di Ngadas tepatnya, kami dicegat oleh warga sekitar dan petugas TNBTS. Kata mereka, akses jalan menuju Renu Pane ditutup karena sedang dilakukan perbaikan jalan.

Sebenarnya, bisa saja kalo kita mau kesana, tapi kita harus meninggalkan kendaraan kita di Ngadas. Dan untuk menuju sana, kita harus ngojek dulu kemudian dilanjutkan jalan kaki ketika melewati jalan yang sedang diperbaiki, setalah itu kita masih harus ngojek lagi untuk mencapai Ranu Pane. Setiap kali ngojek kita harus keluar ongkos lagi. Setelah dihitung-hitung, ternyata ongkos yang dikeluarkan melebihi uang di saku kita. Padahal rencananya kita ke Ranu Regulo hanya seharian saja. Paling lama mungkin nginep semalam di sana. Akhirnya kami sepakat untuk kembali pulang saja.


Dalam perjalanan pulang, kami sepakat untuk mampir ke sebuah air terjun di dekat jalur Tumpang - Ranu Pane. Ya, air terjun itu namanya Coban Trisula. Dari pinggir jalan, sebenarnya tidak terlalu jauh. Tapi jalan setapaknya cukup menurun curam. 


Sampai di bawah, kami mendapati ada tiga air terjun. Yang pertama yang paling tinggi. Airnya cukup deras. Kami sempat berfoto-foto ria di sana. Menyalurkan naluri narsis remaja masa kini.


Ketika matahari bersinar cukup terik. Kita dapat menyaksikan pelangi dari kepyuran air terjun. Saya membayangkan kalau saja airnya lebih deras lagi dan kepyuran air semakin luas lagi, maka akan tercipta pelangi yang lebih besar lagi.


Saya sendiri menyempatkan mandi di bawah guyuran air terjun. Rasanya sayang sekali kalau sudah di hadapan air terjun tapi tidak mandi di bawahnya. Saya sangat menikmati pijatan-pijatan air di punggung dan kepala saya, meskipun sebenarnya terasa sakit juga. Sempat juga saya berfoto sambil bergaya sedang bertapa. Ketika itu saya kira mudah. Tapi untuk mempertahankan pose itu ternyata cukup capek juga.

Puas mandi di bawah guyuran air terjun. Saya pindah ke bawah, ke air terjun yang ke dua. Di sini air terjunnya tidak terlalu tinggi, tapi ada kolam dibawahnya. ini yang membuat saya betah di sini. Mandi di sini serasa seperti bidadari mandi di kali.


Byurrr... gak ada capek-capeknya mandi disini. Semakin ketengah semakin dalam. Minggir lagu untuk tarik nafas. Berenang lagi ke tengah, kemudian minggir lagi. Begitu terus sampai puas.


Pengalaman mandi di Coban Trisula benar-benar tak terlupakan. Pengen rasanya saya kembali kesana. Jernih dan segar airnya seperti yang ada di iklan-iklan air minum mineral di teve.


Begitulah akhir pekan saya. Tidak terlalu mewah tapi saya sangat menikmatinya. Memang pada akhirnya, ada kejadian yang kurang mengenakkan. Tapi bagi saya, jalan-jalan akhir pekan ke Coban Trisula ini cukup memuaskan.

5 komentar:

  1. wah, abang betiga doank kesitu??kapan2 ajak aku eaaa bang....

    ReplyDelete
    Replies
    1. berempat, kapan2 ikut ke tempat yang lain aja.

      Delete
    2. bagus sih, tp ending ceritanya kurang seru!!!

      Delete
    3. kalo versi kamu, yg seru gimana?

      Delete