Saturday, June 4, 2011

Malam Merana

Malam itu aku benar-benar nelangsa banget.

Tepatnya setelah insiden pada siang harinya. Gara-gara kecerobohanku menaruh kunci, aku harus rela tidak tidur dikontrakanku sendiri. Artinya, aku harus cari tempat lain untuk tidur malam itu.

Kronologisnyha begini, siang itu kontrakan sudah sepi tinggal aku saja. Teman-teman sudah pulang semua, mumpung ada libur panjang katanya. Aku, yang seorang diri di rumah kontrakan itu hendak keluar rumah untuk sekedar jalan-jalan, dari pada malas-malasan di kamar seperti yang sudah sering aku lakukan. Berhubung siang itu hanya ada aku sendiri, maka semua yang ada dikontrakan menjadi tanggung jawabku, termasuk urusan mengunci pintu.

Nah, saat mengunci pintu itulah kejadian yang memilukan terjadi. Saat kututup rapat pintu dan kuputar kunci untuk mengunci pintu, masih belum terjadi apa-apa. setelah pintu terkunci, kutarik kunci pintu dan hendak ku letakkan di tempat rahasia kami sesama penghuni kontrakan yang sebenarnya nggak rahasia-rahasia banget karena udah banyak yang tahu trik ini. Ketika kunci kuletakkan di tempat itu, entah mengapa atau ada apa, atau mungkin posisi meletakkanku yang kurang tepat. Kunci itu terjatuh. Terjatuh ke dalam rumah yang sudah terkunci.
Aku sempat kebingungan seperti orang bodoh. Memaki-maki diriku sendiri. Tapi sudahlah gak ada gunanya. Kunci nggak akan kembali ke tanganku, kecuali kudobrak pintu itu. Tiba-tiba aku teringat satu hal yang bisa menenangkan pikiranku, paling tidak untuk sementara. Aku ingat kalo kunci motorku kugandeng jadi satu dengan kunci kontrakan ini. Aku sekarang bisa bernafas lega.
Kembali ke tujuan awal. Dari pada aku males-malesan sendirian gak jelas di rumah. Aku pututskan untuk keluar rumah yang akhirnya menghadapkanku pada kenyataan pahit ini. Saat perjalanan pergi inilah aku menemui masalah baru. Aku baru sadar kalo motorku sedang dipake temanku yang lain ke luar kota. Dan dari kemarin belum kembali. Duh, makin sumpek aja nih pikiran. Kemudian aku sms dia sambil berharap di akan kembali paling lambat malam ini juga.

Sudah beberapa kali aku sms dia. Dia hanya bilang "akan segera pulang". "Akan segera pulang"!!. Trus kapan pulangnya. Dengan sabar aku tunggu dia, tapi sampai lewat tengah malam, dia gak datang juga.

Sebenarnya aku masih punya banyak teman yang bisa dititipi badan ini untuk ditidurkan. Tapi aku sendiri enggan untuk kesana. Aku sendiri punya rencana lain. Akhirnya, aku putuskan untuk bermalam di cafe 24 jam yang ada wifi-nya. Lumayan, bisa tetap terkoneksi ke dunia maya, bisa tetap berkreasi. Dan tentu saja yang menjadi favoritku, aku tetap bisa download banyak file-file berukuran besar sambil ditinggal tidur. Zzzzz.....

0 komentar:

Post a Comment