Wednesday, December 10, 2014

Lama tak Bercerita

Saya sebenarnya tidak terlalu sibuk, tapi entah kenapa rasanya hari-hari saya waktunya makin padat saja. Apalagi selama setahun ini, sejak terakhir kali Saya menulis di blog. Bahkan ada beberapa rencana yang Saya cetuskan di blog ini belum terlaksana, seperti membuat majalah sendiri. Tapi rencana lain juga ada yang terlaksana, seperti membuat film, atau lebih seringnya yang Saya kerjakan adalah; membuat Company Profile. Bidang yang saya teknui ialah editing. Karena Saya ingin jadi Editor.

Mungkin kesibukan saya yang baru ini cukup menyita konsentrasi saya. Setiap hari hampir tak pernah Saya tak memikirkan tentang video yang sedang saya kerjakan. Sejak bangun tidur sampai tidur lagi.

Tapi untungnya, Saya bisa merubah gaya hidup Saya, yang sebelumnya suka begadang, tidur pagi dan bangun siang. Sekarang Saya bisa tidur lebih awal dan bangun lebih pagi. Tapi, kalau dibutuhkan, Saya masih bisa begadang, heheh...

Saturday, April 12, 2014

BBGGRRmagz

Sekarang saya sedang pengen bikin model publikasi yang beda, tidak seperti blog. mungkin semacam majalah tapi dalam format digital karena belum ada biaya atau pun sponsor untuk modal cetak. Intinya saya pengen bikin majalah elektronik saya sendiri.

Sementara ini isinya mungkin masih tentang kisah pribadi saya, masih mirip-mirip sama yang ada di blog, cuma akan ada lebih banyak gambar atau foto-foto. Pembaca akan dimanjakan matanya, karena tampilan visual yg beragam, tidak seperti di blog. Dan jumlah halamannya pun masih saya batasi, mungkin sekitar sepuluh halaman.

Kenapa saya berpikiran demikian, atau bahkan berkeinginan bikin majalah elektronik? itu karena saya suka dengan disain grafis dan layout.

Tunggu saja kabar berikutnya, saya akan publish majalah elektronik saya di blog ini juga kok.

Tuesday, April 8, 2014

April Padat Karya

Bulam april ini saya akan disibukkan dengan peringatan hari bumi bersama saudara-saudara di MAPALA Tursina dan juga akan sibuk dengsn penggarapan film untuk kompetisi bersamj teman-teman eks Workshop Film dan Sinematografi Fakultas Humaniora UIN MALIKI Malang.

Selain dua kesibukan tadi, saya masih rutin kuliah.

Saya mau bercerita tentang kesibukan saya yang hari bumi dan bikin film. Yang pertama hari bumi ini sudah direncanakan sejak awal kepengurusan baru terbentuk bulan Februari kemarin. Panitia sudah terbentuk dan sekaramg sudah kerja. Hari bumi tahun ini diperingati dengan penanaman 1000 pohon di Sendang Biru pada tanggal 20 April kemudian dilanjut dengan satu hari bebas asap di kampus pada tanggal 22 April. Saya sendiri di kepanitiaan ini kebagian job publikasi dan dokumentasi. Jadi semua urusan desain, publikasi, sampai dokumentasi menjadi tanggung jawab saya.

Kesibukan kedua saya di bulan april ini adalah bikin film. Filmnya nanti mau diikutin lomba di Direktorat Jendral Hak Kekayaan Intelektual. Di sini saya jadi editor. Kerjanya belakangan setelah shoting selesai.

Sebenarnya bagi sebagian orang, mungkin kesibukan saya ini biasa saja, dan sebenarnya saya juga. Tapi yang membuat beda dan mengharuskan saya untuk terus siap adalah penggarapan film ini berbarengan dengan persiapan hari bumi. Gimana, sibuk kan?

Monday, March 31, 2014

Matiin Lampu di Earth Hour

Akhir pekan terakhir di bulan Maret ini benar-benar akhir pekan yang meriah bagi saya. Setelah nonton layar tancap di UMM, hari sabtunya ada Earth Hour di Balai Kota Malang. Earth Hour itu aksi mematikan lampu selama 60 menit. Katanya sih untuk menghemat energi. Tapi ini memang sebuah permulaan yang baik untuk menjadi kebiasaan yang ramah lingkungan di kemudian hari.
Senyum Kaku
Oke, saya tidak akan cerita banyak-banyak tentang Earth Hour, tapi saya akan cerita ngapain aja saya kemarin di Earth Hour Malang. Kalo masih nggak ngerti apa itu Earth Hour, cari aja di Internet.

Sebenarnya saya telat datang di acara itu. Ketika saya datang lampu di Balai Kota sudah dimatikan. Malam itu lalu lintas Kota Malang memang sedang padat-padatnya. Terjadi kemacetan di beberapa titik dan saya terjebak di situ.

Ketika saya sampai di Balai Kota, ada paduan suara yang sedang bernyanyi, saya menikmati itu. kemudian ada atraksi main-main api dan diiringi dengan instrumental jimbe . Terakhir ada sexy dancer juga sebelum akhirnya lampu dinyalakan lagi jam 21.30 WIB.

Saya masih berputar-putar di halaman Balai Kota untuk foto-foto sebelum akhirnya pulang juga.

Dan di bawah ini adalah foto-foto lainnya yang sudah saya unggah di flickr.

Nonton Layar Tancap

Terakhir kali saya menyaksikan layar tancap itu pas SD, atau mungkin lebih muda dari itu. Yang jelas saat itu saya masih terlalu kecil untuk menonton film secara keseluruhan dan masih belum bisa mengingat semuanya.

Baru saja kemarin, saya menemukan lagi yang namanya layar tancap. Dalam rangka Hari Film Nasional. Seperti sebuah nostalgia masa kecil.

Film yang diputar ada dua, yang pertama film pendek Harap Tenang Ada Ujian dan yang kedua adalah 9 Summers 10 Autumns. Saya suka dengan film 9 Summers 10 Autumns yang bercerita tentang perjalanan hidup anak seorang supir angkot dari Batu sampai New York. Yang paling saya suka dari film ini adalah hubungan bapak anak yang mengharukan. Dari situ saya dapat belajar betapa pentingnya keluarga. Sejauh mana pun kita pergi, kita tetap harus pulang ke keluarga lag.

Layar tancap ini berlangsung dua hari. Jum'at-Sabtu 28-29 Maret.hari kedua saya tidak nonton lagi karena saya lebih memilih untuk ke Earth Hour di Balai Kota Malang.

Saya mau berterima kasih kepada KineKlub UMM yang sudah bikin layar tancap ini, semoga besok-besok atau tahun depan bisa ada lagi. Oh ya, setelah layar tancap ini juga ada Malang Film Festival. Saya sudah ada rencana untuk nonton, moga-moga masih kebagian tempat duduk.


Monday, March 24, 2014

Jatuh di Jalan Pulang

Minggu terakhir bulan maret Saya pulang ke rumah di Mojokerto lewat Batu kemudian Cangar dan Pacet. Saya memilih jalur ini karena di rasa lebih cepat dari pada harus memutar lewat Pandaan.


Saya sudah hafal betul dengan setiap tikungan sepanjang jalan ini. Bahkan setiap lubang-lubang di jalan. 

Mungkin akhir pekan kali ini nasib saya sedang tidak mujur. Mungkin juga karena saya tergesa-gesa hingga saya kurang hati-hati dengan jalan yang akan saya lalui. Yang kemudian mengakibatkan Saya terpeleset dan terjaduh dari motor dua kali, di tikungan yang berbeda, dan dua-duanya disebabkan oli yang tercecer di aspal.

Beruntung tidak terjadi apa-apa, motor tidak rusak, dan saya hanya lecet-lecet saja. Saya masih bisa beraktifitas seperti biasa. Dan jari lentik saya masih bisa menulis.

Saturday, March 8, 2014

Warung Kopi

Ilustrasi, bukan warung kopi.

Dulu ngopi sekedar ketemu sama teman aja, sama biar gak bosen sama rutinitas kuliah. Tapi sekarang keadaannya terbalik, ngopi sudah menjadi rutinitas. saking seringnya saya ngopi, saya jadi hafal betul siklus kehidupan di warung kopi dalam satu hari.

Biasanya sih begini:

07.00
Jam segini warung kopi masih tutup, tapi kadang-kadang ada juga yang udah buka, apalagi warung kopi yang 24 jam. Saya gak pernah ke warung kopi sepagi ini, soalnya kalo pagi saya kuliah, kalo gak gitu ya masih tidur. Kecuali gak tidur semalaman alias begadang, biar siangnya gak ngantuk, saya butuh asupa kafein di pagi hari.

09.00 - 10.00
Sebagian warung kopi udah buka, tinggal warung kopi yang emang bukanya sore. Saya lumayan suka ngopi jam segini. Karena biar gak malas-malasan di kosan. Biasanya kalo ngopi jam segini saya sendirian. Di warung kopi saya paling sering buka laptop trus internetan, baca-baca berita atau main-main di sosial media. Saya juga sering mengerjakan proyek desain grafis saya di warung kopi. Photoshop dan Illustrator yang sering saya pakai. Kalo gak gitu, ya nulis-nulis aja di blog. Kadang-kadang ngerjain tugas juga sih di warung kopi.

12.00 - Sore
Saya gak begitu suka ngopi di jam-jam ini. Tapi kalo harus ke warung kopi, saya pesen es.

18.00
Dari pagi sampek jam segini, pelanggan warung kopi biasa-biasa aja. Gak rame-rame amat. Saya sendiri kayaknya juga gak pernah nongkrong di warung kopi jam segini.

19.00
Pelanggan mulai berdatangan. Warung kopi mulai ramai.

20.00
Semakin ramai. Biasanya jam segini saya baru hadir di warung kopi. Pesen, kemudian dudk-duduk dan ngobrol-ngobrol aja.

21.00
Warung kopi semakin berisik. Asap semakin mengepul. Kalo udah gini, saya suka duduk di luar, di tempat terbuka, biar bisa bernapas lega, gak keganggu sama asap rokok. Karena saya bukan perokok dan gak suka sama rokok.

21.30
Kadang-kadang terdengar teriakan-teriakan gak jelas yang memekikkan telinga.

22.00
Warung kopi sudah penuh. Obrolan orang-orang semakin berisik. Tapi di warung kopi isinya gak cuma orang-orang ngobrol dan main-main aja. Ada juga yang ngerjain tugas, meski lebih banyak ngobrolnya dari pada ngerjain tugasnya. Kadang saya ketemu juga sama orang yang sedang berdiskusi, entah apa, bahkan ada juga yang rapat, tapi santai. Saya sendiri kalo gak ada yang dikerjain dan dipikirin, ya ngobrol-ngobrol aja. Karena kebanyakan warung kopi ada TV-nya juaga, kalo ada pertandingan sepak bola, apalagi antara klub atau tim populer yang banyak fans-nya, warung kopi menjadi semakin padat.

00.00
Pergantian hari, tapi masih ada orang di warung kopi. Kadang saya sudah pulang jam segini, kalo gak gitu ya lanjut sampai satu atau dua jam lagi.

Begitu terus kehidupan di warung kopi dari hari ke hari. Bahkan saya yang ada di dalam perputaran lingkaran siklusnya, saya merasa seperti deja vu setiap hari. Tapi gak setiap hari juga sih saya di warung kopi. Paling tidak, ya seperti inilah apa yang saya rasakan di warung kopi. Ini adalah sudut pandang saya tentang warung kopi.

Wednesday, January 1, 2014

Nonton Art Exhibition

Di penghujung tahun 2013, sempat ada art exhibition di Malang, namanya Desember Akhir, sebuah pameran karya seni rupa oleh DiDuaKa. Saya tahu acara ini dari internet. Karena saya suka dengan karya visual, saya langsung berencana dan langsung berangkat kesana esok harinya. Di galery sana saya melihat-lihat gambar yang sebenarnya saya tidak terlalu mengerti dengan gambar gambar yang dipamerkan. Tapi karena saya suka dengan karya visual, ya tetep saya lihat lihat juga.

Oke, mungkin saya tidak terlalu pandai untuk bercerita. Langsung aja, ini ada beberapa foto yang sempat saya ambil pas lihat pameran kemarin.








Oke, demikian posting blog saya kali ini, maaf nggak ada caption di masing masing foto untuk menjelaskan, lha ngerti aja nggak.

Tuesday, December 31, 2013

video Coban Trisula

Ini adalah video dari cerita yang pernah diposting sebelumnya. Jalan jalan ke Coban Trisula.


Ini salah satu fotonya: